Candi Gedong Songo, Lawang Sewu, dan Simpang Lima Semarang

Sabtu, tanggal 23 januari 2010, saya dengan beberapa teman jalan-jalan ke semarang, dalam rangka liburan weekend. Sebelumnya, kami sempat bingung untuk menentukan trip destination-nya, mengingat waktu dan budget yang terbatas. Namun, setelah sedikit survey lokasi di Indonesia’s Official Tourism Website, akhirnya kami sepakat memilih semarang. Ada tiga target tempat yang akan dikunjungi. Pertama, Candi Gedong Songo di Bandungan, Simpang lima, dan Lawang Sewu.

Untuk transportasi, kami sepakat untuk menyewa mobil rental. Dengan uang 300 ribu hasil urunan (50 ribu/org) dari 7 orang, kami berhasil menyewa sebuah mobil Avansa untuk sehari (24 jam). Itu belum sama bahan bakar sih… kalau gak salah untuk bahan bakar 150 sampai 200 ribu gitu deh! Jadi total untuk biaya transportasi kurang-lebih 500 ribu.

Tepat jam 9 pagi, kami start dari Jogja. Jogja - semarang yang berjarak sekitar 118 km, kami tempuh selama kurang-lebih 4 jam. Kalau normalnya sih kurang lebih 3 jam. Kami memang sengaja jalannya santai, biar bisa menikmati pemandangan di sepanjang jalan.

wisata-bandungan-semarang

Bandungan - Kawasan Wisata Pegunungan di Semarang

Sebelum masuk kota semarang, dari Ambarawa kami langsung berbelok menuju ke kawasan objek wisata bandungan (objek wisata pegunungan yang terkenal di semarang), tempat Candi Gedong Songo berada. Jalan menuju bandungan dan Candi Gedong Songo, benar-benar full tanjakan dan berkelok-kelok. Lumayan bikin pusing juga. Makin ke atas, udara dan pemandangannya makin segar dan cantik. Hotel/penginapan, rumah penduduk, kebun-kebun buah dan sayur dengan background pegunungan, sili berganti menghiasi pemandangan kami sepanjang jalan.

Sesampai di Lokasi Candi Gedong Songo, kami langsung disambut oleh kabut yang lumayan tebal. Baru mau beli tiket masuk (15 ribu), hujan deras tiba-tiba turun. Kami terpaksa berteduh dulu di depan pintu masuk kawasan candi, sambil menunggu hujan reda. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya hujan pun sedikit reda.  Hanya tinggal gerimis, tapi masih cukup untuk membuat basah kuyup. Untunglah di situ banyak ibu-ibu yang menyewakan payung. Dari pada nunggu lama, akhirnya kami pun masing-masing nyewa payung dengan harga 5 ribu/payung.

Candi-Gedong-Songo

Salah satu Candi di Kompleks Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo merupakan kompleks candi peningalan budaya Hindu. Gedong artinya gedung, sedangkan Songo artinya sembilan, jadi Candi Gedong Songo artinya sembilan gedung candi. Letak candi tidak beraturan, namun urutannya selalu naik ke atas (dari candi 1 s/d candi 9). Jarak antara candi lumayan jauh dengan jarak yang bervariasi. Jadi kalau Anda mau sampai ke candi paling puncak (candi ke-9), siapkan tenaga dan kondisi fisik yang kuat, ya!.

Di dalam kompleks Candi Gedong Songo, selain objek bangunan candi, juga ada objek menarik lainnya, yaitu sumber air panas belerang. Kalau gak salah, lokasinya dekat dengan candi ke 4. Bagi yang mau mandi air panas sudah disiapkan kolam khusus untuk berendam dan berenang. Cukup hanya dengan membayar 3000 rupiah saja, kita bisa berenang dan berendam sepuasnya.

Uap-panas-belerang Air-Panas-Belerang

Semburan uap panas belerang (kiri) dan kolam air panas belerang (kanan)

Puas menikmati indahnya kompleks Candi Gedong Songo plus Sensasi mandi air panas belerang, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke target selanjutnya, yaitu Simpang Lima Semarang. Jarak Bandungan ke kota semarang sekitar 25 kilometer, dengan perkiraan waktu tempuh satu jam.

Simpang lima merupakan ikon sekaligus pusat kota semarang. Pusat perbelanjaan (mall), kuliner, perkantoran, serta hiburan di semarang, ada di sini.

Tiba di Simpang Lima kira-kira jam 6 atau 7 jam malam. Karena pas itu malam minggu, jadi simpang lima rame banget. Karena kebetulan kami semua sudah pernah ke simpang lima, jadi tidak banyak yang kami lakukan, selain mencicipi beberapa jajanan kuliner yang ada disitu. Seperti tahu petis khas semarang, yang untuk pertama kalinya saya makan waktu itu. Sehabis menikmati tahu petis, kami langsung meluncur ke Lawang Sewu. yang jaraknya hanya sekitar 3 km dari Simpang Lima.

Simpang-Lima-Semarang

Photo bareng di salah satu sudut Simpang Lima Semarang,
dekat penjual Tahu Petis

 

keramaian-pasar-tiban-semarang

Suasana keramaian Pasar Tiban Simpang Lima Semarang

Lawang Sewu merupakan gedung tua peninggalan kolonial belanda, yang dulunya merupakan kantor pusat kereta api (trem). Disebut Lawang Sewu, karena gedung ini memiliki banyak sekali bukaan (pintu dan jendela). Dalam bahasa jawa, Lawang berarti pintu, dan Sewu berarti seribu atau banyak. Selain bernilai sejarah dan arsitekturnya yang cantik, image angker juga melekat dengan Lawang Sewu, sehingga makin banyak orang yang tertarik untuk mengunjunginya.

Lawang-Sewu-Semarang

Tampak Depan Gedung Lawang Sewu

Sesampai di Lawang Sewu (sekitar jam 9 malam), terlihat suasana sudah rame dengan pengunjung lainnya. Mungkin karena malam itu malam minggu, jadi kebanyakan yang ada disitu adalah rombongan dan pasangan muda-mudi. Kami kemudian masuk dengan membayar 10rb/org ditambah upah untuk guide-nya sebesar 30 ribu. Sebenarnya nggak pake guide juga nggak apa-apa, cuman karena kondisi dalam gedung sangat gelap, (tanpa penerangangan sama sekali), gedung sangat luas dengan banyak pintu,  ditambah image angker yang selama ini melekat denga lawang sewu, membuat kami mau nggak harus membayar seorang pemandu (guide).

Lawang-Sewu-Semarang

Berfoto di samping gedung Lawang Sewu,
dekat sebuah lokomotif kereta tua

Setelah puas menelusuri sudut-sudut ruangan Lawang Sewu dan merasakan sensasi seramnya. Namun jujur, sensasi seremnya kurang dapat, karena jumlah pengunjung terlalu banyak, sehingga suasananya seperti mall. Bedanya, kalau di mall terang-benderang, sedangkan kalau di Lawang Sewu, gelap gulita.

Tepat pukul 11 malam, kami meninggalkan kota semarang dan tiba di Jogjakarta sekitar pukul 2 dini hari. Akhirnya, liburan weekend kami pun berakhir.

Catatan:

Jika Anda sedang atau akan merencanakan untuk berlibur (dalam negeri), namun masih bingung mau berwisata/berlibur kemana? Sebaik Anda kunjungi Indonesia’s Official Tourism Website. Di sana Anda akan mendapatkan informasi seputar wisata di Indonesia. Seperti, info tujuan wisata di seluruh Indonesia, Info Event Wisata, Paket Wisata, dan lain sebagai. Pokoknya it’s all about Indonesia Tourism deh..!  :-)



KOMENTAR

8 komentar:

  1. candinya bagus...tahu petis..wah suka banget tuh, btw gimana bisa pasang ads google tuh..

    BalasHapus
  2. @sri mulyani
    Ngomong2, sudah punya account google adsense blum? kalau sudah cara pasang google ads melalui "Google Friend Connect". Silahkan search tutorialnya di google. :)

    BalasHapus
  3. indoneisa memang kaya dengan budaya...mudah2an anak cucu kita masih bisa menikmatinya
    Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia

    BalasHapus
  4. @nugraha
    Biar anak cucu kita juga bisa menikmatinya, maka warisan budaya seperti ini, harus kita jaga kelestariannya. Itu adalah tugas tiap generasi.

    BTW, good luck untuk kontes SEO-nya ya! :)

    BalasHapus
  5. wah semarang keren gan
    izin follow ya
    jika berkenan follow balik
    terima kasih

    BalasHapus
  6. Semarang itu bagian dr Indonesia,,smoga bs menjadi devisa negara.
    bagus sekali gambar-gambarnya.cayoooo

    BalasHapus
  7. Wah, keren abis.. Adem banget kayaknya tuh wisata ke Bandungan. Kapan ya.....

    BalasHapus
  8. kokohnya bangunan tua itu

    BalasHapus